MENUMBUHKAN BUDAYA BACA DI SEKOLAH
DASAR
Oleh
Riris
Nurindriani Dwi Meiatun, S.Pd
SD
Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang
telah menciptakan. Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah
dengan nama Tuhanmu yang Maha Mulia. Yang telah mengajarkan manusia dengan
perantaraan membaca dan menulis”.
(Q.S.
Al Alaq : 1-5)
Allah
SWT dalam ayat ini menyampaikan bahwa membaca memiliki arti yang sangat
penting bagi umat manusia. Bahkan Allah
menurunkan surat Al Alaq sebelum surat-surat lain, yang memerintahkan umatNya
untuk membaca sebelum memerintahkan yang lain. Hal ini tentu karena mengingat
betapa pentingnya membaca.
Menurut,
para ahli tafsir iqra memiliki arti membaca dalam arti yang luas dan mendalam,
seperti menelaah, menganalisis, mengkaji, dan meneliti. Sedangkan budayakan
bisa berarti biasakan dan kembangkan. Jadi, makna iqra bukan sekedar bacalah
tetapi budayakanlah menelaah, menganalisis, mengkaji, dan meneliti. Itu semua
dapat diperoleh dengan baik manakala kita rajin membaca dan membaca.
Pentingnya Membaca
Membaca
merupakan salah satu kegiatan untuk memperoleh pengetahuan dan informasi
tertulis. Sumber pengetahuan dan informasi dapat berupa buku-buku, majalah,
koran, dan internet. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) membaca adalah
melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan maupun
dalam hati). Membaca sangat penting bagi semua orang baik anak-anak, remaja,
maupun orang tua. Karena dengan membaca akan banyak sekali pengetahuan dan
informasi baru yang diperoleh. Oleh karena itu, seorang anak harus belajar
membaca sejak usia dini sebagai modal utama untuk belajar hal lainnya.
Seperti halnya telah diamanatkan dalam UU No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Bab XIII
pasal 48 yang berbunyi “Pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui
keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat”. Oleh sebab itu, masyarakat dan
bangsa kita harus merubah pola perilaku budaya instan menjadi literer.
Ajaran
islam juga sangat memperhatikan masalah membaca
karena betapa pentingnya arti membaca bagi manusia. Maka, kita bisa
melihat negara-negara yang mempraktekkan dan memiliki budaya membaca yang
tinggi mengalami kemajuan yang pesat, baik dari segi ilmu pengetahuan,
teknologi, dan ekonomi. Mereka tampil menjadi sumber daya yang luar biasa bagi
peradaban dunia karena berawal dari hobi membaca.
Rendahnya
Minat Membaca di Indonesia
Bagaimana
dengan minat baca di Indonesia? minat baca masyarakat Indonesia tergolong
sangat rendah dibandingkan dengan negara lainnya, Indonesia masih jauh
tertinggal. Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia bisa dilihat berdasarkan
data The World’s Most Literate Nations
(WMLN) yang merilis
daftar peringkat
literasi negara-negara di dunia terungkap bahwa Indonesia menduduki peringkat
60 dari 61 negara yang disurvey.
Berdasarkan
data Bank Dunia Nomor 16369-IND dan
studi IEA (International Association for
the Evaluation of Education Achicievement), untuk kawasan Asia Timur,
Indonesia memegang posisi terendah dengan skor 51,7, di bawah Filipina dengan
skor 52,6. Data lainnya dari UNDP, angka melek huruf orang dewasa Indonesia
hanya 65,5 % (lihat kompasianan.com, 5/04/13).
Sampai saat ini minat baca masyarakat Indonesia masih
terbilang rendah. Terbukti dari beberapa data yang telah disebutkan diatas.
Tidak akan rendah minat baca masyarakat Indonesia jika tidak ada faktor-faktor
yang menjadi penyebab rendahnya minat baca.
Lingkungan Keluarga
Keluarga
memegang peranan sangat penting dalam proses perkembangan dan pendidikan anak. Orang
tua terutama Ibu sebagai madrasah pertama bagi seorang anak, memiliki peran
penting dalam masalah ini. Namun, dengan sibuknya aktivitas orang tua terkadang
tidak memperhatikan masalah membaca untuk anak-anaknya. Selain itu juga
ditunjang dengan perkembangan zaman yang semakin maju dalam bidang teknologi
informasi hampir semua orang memiliki alat komunikasi berupa HP. Orang tua
lebih banyak memegang HP dibandingkan memperhatikan kebutuhan sang anak yang
ingin bermain dan belajar dengan orang tuanya. Karena sering melihat orang
tuanya memegang HP membuat anak merasa kurang diperhatikan dan akhinya
penasaran ingin memiliki HP sendiri.
Seharusnya
sebagai orang tua memberikan contoh kepada anak-anaknya untuk gemar membaca
buku. Banyak cara yang dapat dilakukan orang tua yaitu sediakan waktu luang
untuk membaca bersama anak-anak, menyediakan buku bacaan yang cukup,
membiasakan untuk mengajak anak untuk datang ke toko buku atau perpustakaan.
Media Televisi dan Gadget
Salah
satu faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia
khususnya anak-anak sekolah adalah banyaknya anak yang lebih suka menonton
telivisi dan bermain gadget. Anak-anak kecil mampu memainkan HP, Play Station,
Game online dan sebagaianya. Teknologi baru tersebut seakan-akan harus diikuti
kalau tidak mengikuti maka akan ketinggalan jaman. Padahal jika orang tua tidak
memantau secara langsung, bisa jadi Game yang dimainkan dan internet yang
dibuka berisikan konten-konten negatif seperti kekerasan, pornografi dan lain
sebagaianya. Belum lagi acara televisi yang banyak diisi hiburan dan
mempertontonkan gaya hidup seorang selebriti.(Patma Kumalasari : 2012)
Dampak
dari tayangan di televisi maupun Game yang sering dilihat dan dimainkan akan
membuat anak-anak cenderung lebih mudah marah dan tersinggung. Hal ini
dikarenakan otak menjadi pasif, daya nalar berkurang, serta cara berkomunikasi
menjadi kurang baik. Sehingga ketika diminta untuk membuat tulisan, berbicara,
dan mengemukakan pendapat anak-anak masih merasa kesulitan dalam memilih kosakata.
Anak-anak menjadi tidak terbiasa untuk menggunakan kosakata. Berbeda dengan
anak-anak yang rajin membaca, mereka memiliki kemampuan berkomunikasi dan
berbahasa dengan baik.
Lingkungan Pergaulan
Dalam
lingkungan pergaulan seorang teman juga sangat berpengaruh terhadap kebiasaan
kita. Hendaknya dalam berteman kita selalu melakukan hal yang positif seperti
pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, belajar bersama, dan lain sebagainya.
Namun, dalam berteman seringkali hanya mengobrol hal yang tidak jelas,
jalan-jalan, dan melakukan peruatan-perbuatan yang tidak baik. Hal tersebut
memiliki dampak yang tidak baik bagi kepribadian kita.
Bagaimana Cara Menumbuhkan Budaya
Baca?
Upaya
untuk menumbuhkan budaya baca masyarakat Indonesia sudah di galakan oleh pemerintah
pada saat ini. Salah satu upaya pemerintah dalam menumbuhkan budaya baca adalah
Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan tersebut bekerja sama dengan instansi
pendidikan dari Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas. Gerakan
Literasi Sekolah bertujuan untuk menumbuhkan budi pekerti dan minat baca siswa
di sekolah.Di sekolah kami SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto sudah
melaksanakan beberapa kegiatan untuk menumbuhkan budaya membaca.
1. Pagi Ceria (Fresh
Morning)
Kegiatan
pagi ceria ini dilaksanakan selama 30 menit sebelum kegiatan belajar mengajar
berlangsung. Kegiatan ini diisi dengan dzikir pagi, murojaah, membaca Al Quran,
selain itu juga diisi dengan kegiatan membaca buku cerita selama 15 menit. Buku
cerita yang mereka baca dibawa dari rumah. Sekolah menghimbau kepada anak-anak
untuk membawa buku cerita dari rumah, buku tersebut dikumpulkan di kelas dan
nantinya akan dikembalikan lagi di akhir semester. Mereka saling bertukar buku
cerita dengan teman-teman sekelasnya.
2. Happy Reading dan Writing
Kegiatan
tersebut bertujuan untuk membiasakan siswa membaca dan menulis. Dalam kegiatan
tidak hanya dituntut untuk membaca
saja
tetapi juga berlatih menulis sebuah karya seperti puisi, cerita pendek, dan
ringkasan.
3. Kunjungan
ke Perpustakan
Anak-anak
selalu dihimbau untuk berkunjung ke perpustakaan pada saat istirahat atau
ketika menunggu jemputan pada saat pulang sekolah.
4. Dalam
Kegiatan Belajar di Kelas
Membudayakan
baca siswa di sekolah tidak hanya pada waktu tersebut saja, namun juga
dilaksanakan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Siswa secara
bersama atau secara bergantian untuk membaca teks yang ada di buku pelajaran. Tujuan
kegiatan tersebut untuk melatih pemahaman dan penalaran siswa.
Dari
berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa menumbuhkan budaya baca di
sekolah dasar harus dilaksanakan secara konsisten oleh berbagai pihak baik
sekolah maupun keluarga yang dilakukan secara berkesinambungan agar membuahkan
hasil yang maksimal sesuai dengan harapan bersama. Dengan semakin rajin membaca
akan memperoleh banyak wawasan, ilmu pengetahuan, serta dapat belajar dari
pengalaman orang lain. Dan dimasa yang
akan datang akan menjadi generasi penerus bangsa yang mampu bersaing dengan
negara lain dan sebagai penggerak peradaban dunia. Aamiin.