Sabtu, 14 Oktober 2017

MENUMBUHKAN BUDAYA BACA DI SEKOLAH DASAR
Oleh
Riris Nurindriani Dwi Meiatun, S.Pd
SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Maha Mulia. Yang telah mengajarkan manusia dengan perantaraan membaca dan menulis”.
(Q.S. Al Alaq : 1-5)
Allah SWT dalam ayat ini menyampaikan bahwa membaca memiliki arti yang sangat penting  bagi umat manusia. Bahkan Allah menurunkan surat Al Alaq sebelum surat-surat lain, yang memerintahkan umatNya untuk membaca sebelum memerintahkan yang lain. Hal ini tentu karena mengingat betapa pentingnya membaca.
Menurut, para ahli tafsir iqra memiliki arti membaca dalam arti yang luas dan mendalam, seperti menelaah, menganalisis, mengkaji, dan meneliti. Sedangkan budayakan bisa berarti biasakan dan kembangkan. Jadi, makna iqra bukan sekedar bacalah tetapi budayakanlah menelaah, menganalisis, mengkaji, dan meneliti. Itu semua dapat diperoleh dengan baik manakala kita rajin membaca dan membaca.
Pentingnya Membaca
Membaca merupakan salah satu kegiatan untuk memperoleh pengetahuan dan informasi tertulis. Sumber pengetahuan dan informasi dapat berupa buku-buku, majalah, koran, dan internet. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan maupun dalam hati). Membaca sangat penting bagi semua orang baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Karena dengan membaca akan banyak sekali pengetahuan dan informasi baru yang diperoleh. Oleh karena itu, seorang anak harus belajar membaca sejak usia dini sebagai modal utama untuk belajar hal lainnya.
Seperti halnya telah diamanatkan dalam UU No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Bab XIII pasal 48 yang berbunyi “Pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat”. Oleh sebab itu, masyarakat dan bangsa kita harus merubah pola perilaku budaya instan menjadi literer.
Ajaran islam juga sangat memperhatikan masalah membaca  karena betapa pentingnya arti membaca bagi manusia. Maka, kita bisa melihat negara-negara yang mempraktekkan dan memiliki budaya membaca yang tinggi mengalami kemajuan yang pesat, baik dari segi ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi. Mereka tampil menjadi sumber daya yang luar biasa bagi peradaban dunia karena berawal dari hobi membaca.
Rendahnya Minat Membaca di Indonesia
Bagaimana dengan minat baca di Indonesia? minat baca masyarakat Indonesia tergolong sangat rendah dibandingkan dengan negara lainnya, Indonesia masih jauh tertinggal. Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia bisa dilihat berdasarkan data The World’s Most Literate Nations (WMLN) yang merilis daftar peringkat literasi negara-negara di dunia terungkap bahwa Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara yang disurvey.
Berdasarkan data Bank Dunia Nomor 16369-IND dan studi IEA (International Association for the Evaluation of Education Achicievement), untuk kawasan Asia Timur, Indonesia memegang posisi terendah dengan skor 51,7, di bawah Filipina dengan skor 52,6. Data lainnya dari UNDP, angka melek huruf orang dewasa Indonesia hanya 65,5 % (lihat kompasianan.com, 5/04/13).
Sampai saat ini minat baca masyarakat Indonesia masih terbilang rendah. Terbukti dari beberapa data yang telah disebutkan diatas. Tidak akan rendah minat baca masyarakat Indonesia jika tidak ada faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca.
Lingkungan Keluarga
Keluarga memegang peranan sangat penting dalam proses perkembangan dan pendidikan anak. Orang tua terutama Ibu sebagai madrasah pertama bagi seorang anak, memiliki peran penting dalam masalah ini. Namun, dengan sibuknya aktivitas orang tua terkadang tidak memperhatikan masalah membaca untuk anak-anaknya. Selain itu juga ditunjang dengan perkembangan zaman yang semakin maju dalam bidang teknologi informasi hampir semua orang memiliki alat komunikasi berupa HP. Orang tua lebih banyak memegang HP dibandingkan memperhatikan kebutuhan sang anak yang ingin bermain dan belajar dengan orang tuanya. Karena sering melihat orang tuanya memegang HP membuat anak merasa kurang diperhatikan dan akhinya penasaran ingin memiliki HP sendiri.
Seharusnya sebagai orang tua memberikan contoh kepada anak-anaknya untuk gemar membaca buku. Banyak cara yang dapat dilakukan orang tua yaitu sediakan waktu luang untuk membaca bersama anak-anak, menyediakan buku bacaan yang cukup, membiasakan untuk mengajak anak untuk datang ke toko buku atau perpustakaan.
Media Televisi dan Gadget
Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia khususnya anak-anak sekolah adalah banyaknya anak yang lebih suka menonton telivisi dan bermain gadget. Anak-anak kecil mampu memainkan HP, Play Station, Game online dan sebagaianya. Teknologi baru tersebut seakan-akan harus diikuti kalau tidak mengikuti maka akan ketinggalan jaman. Padahal jika orang tua tidak memantau secara langsung, bisa jadi Game yang dimainkan dan internet yang dibuka berisikan konten-konten negatif seperti kekerasan, pornografi dan lain sebagaianya. Belum lagi acara televisi yang banyak diisi hiburan dan mempertontonkan gaya hidup seorang selebriti.(Patma Kumalasari : 2012)
Dampak dari tayangan di televisi maupun Game yang sering dilihat dan dimainkan akan membuat anak-anak cenderung lebih mudah marah dan tersinggung. Hal ini dikarenakan otak menjadi pasif, daya nalar berkurang, serta cara berkomunikasi menjadi kurang baik. Sehingga ketika diminta untuk membuat tulisan, berbicara, dan mengemukakan pendapat anak-anak masih merasa kesulitan dalam memilih kosakata. Anak-anak menjadi tidak terbiasa untuk menggunakan kosakata. Berbeda dengan anak-anak yang rajin membaca, mereka memiliki kemampuan berkomunikasi dan berbahasa dengan baik.
Lingkungan Pergaulan
Dalam lingkungan pergaulan seorang teman juga sangat berpengaruh terhadap kebiasaan kita. Hendaknya dalam berteman kita selalu melakukan hal yang positif seperti pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, belajar bersama, dan lain sebagainya. Namun, dalam berteman seringkali hanya mengobrol hal yang tidak jelas, jalan-jalan, dan melakukan peruatan-perbuatan yang tidak baik. Hal tersebut memiliki dampak yang tidak baik bagi kepribadian kita.
Bagaimana Cara Menumbuhkan Budaya Baca?
Upaya untuk menumbuhkan budaya baca masyarakat Indonesia sudah di galakan oleh pemerintah pada saat ini. Salah satu upaya pemerintah dalam menumbuhkan budaya baca adalah Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan tersebut bekerja sama dengan instansi pendidikan dari Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas. Gerakan Literasi Sekolah bertujuan untuk menumbuhkan budi pekerti dan minat baca siswa di sekolah.Di sekolah kami SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto sudah melaksanakan beberapa kegiatan untuk menumbuhkan budaya membaca.
1.    Pagi Ceria (Fresh Morning)
Kegiatan pagi ceria ini dilaksanakan selama 30 menit sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. Kegiatan ini diisi dengan dzikir pagi, murojaah, membaca Al Quran, selain itu juga diisi dengan kegiatan membaca buku cerita selama 15 menit. Buku cerita yang mereka baca dibawa dari rumah. Sekolah menghimbau kepada anak-anak untuk membawa buku cerita dari rumah, buku tersebut dikumpulkan di kelas dan nantinya akan dikembalikan lagi di akhir semester. Mereka saling bertukar buku cerita dengan teman-teman sekelasnya.
2.      Happy Reading dan Writing
Kegiatan tersebut bertujuan untuk membiasakan siswa membaca dan menulis. Dalam kegiatan tidak hanya dituntut untuk membaca saja tetapi juga berlatih menulis sebuah karya seperti puisi, cerita pendek, dan ringkasan.  
3.      Kunjungan ke Perpustakan
Anak-anak selalu dihimbau untuk berkunjung ke perpustakaan pada saat istirahat atau ketika menunggu jemputan pada saat pulang sekolah.
4.      Dalam Kegiatan Belajar di Kelas
Membudayakan baca siswa di sekolah tidak hanya pada waktu tersebut saja, namun juga dilaksanakan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Siswa secara bersama atau secara bergantian untuk membaca teks yang ada di buku pelajaran. Tujuan kegiatan tersebut untuk melatih pemahaman dan penalaran siswa.
Dari berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa menumbuhkan budaya baca di sekolah dasar harus dilaksanakan secara konsisten oleh berbagai pihak baik sekolah maupun keluarga yang dilakukan secara berkesinambungan agar membuahkan hasil yang maksimal sesuai dengan harapan bersama. Dengan semakin rajin membaca akan memperoleh banyak wawasan, ilmu pengetahuan, serta dapat belajar dari pengalaman orang lain. Dan  dimasa yang akan datang akan menjadi generasi penerus bangsa yang mampu bersaing dengan negara lain dan sebagai penggerak peradaban dunia. Aamiin.



Kamis, 15 Mei 2014

Sahabat Baik - Tere Liye

Sahabat baik seperti belajar naik sepeda
Walaupun lama tak bersua, jarak dan waktu memisahkan,
Saat bertemu kembali, tetap sama
Mungkin sedikit kaku diawalnya, tapi sama menyenangkan
Sahabat baik laksana lukisan bersejarah
Walaupun muncul teman baru, sekolah baru, pekerjaan baru
Selalu ada tempat untuk meletakan lukisan tesebut
Di ruangan terbaik, dan semakin bernilai
Di antara benda-benda istimewa lainnya

Sahabat baik seperti hujan
Yang menyiram lembut tanah gersang nan tandus
Agar tumbuh benih-benih manfaat
Besok lusa tinggi menjulang karena kepedulian
Selalu begitu, tak pernah terhenti

Aduhai,
Sahabat baik bagai weker, dia mengingatkan
Sahabat baik bagai helm,dia melindungi
Pun bagai sapu lidi, tiada guna sapunya kalau hanya sehelai lidi
Sahabat baik adalah segalanya

Dan tentu saja
Dia lebih istimewa dibanding HP, laptop, gadget kita
Yang pasti dibuang saat rusak atau ketinggalan jaman
Sahabat baik selalu sebaliknya
Semakin lama, semakin istimewa
Selalu Spesial

Rabu, 14 Mei 2014

Kim Soo Hyun

Profil Kim So Hyun
Nama : Soo Hyun
Nama Asli : Kim Soo Hyun
Profesi : Aktor, model
Tanggal Lahir : 16 Februari 1988
Tinggi : 180 cm
Berat : 65 kg
Golongan Darah : AB
Zodiak : Aquarius
Agensi :Keyeast Entertainment


Fakta Kim Soo Hyun
  • Kim soo hyun berkuliah di National Central University, jurusan teater dan  film.
  • Soo Hyun adalah anak yang pendiam saat kecil walau dirumahnya sendiri
  • Soo Hyun membelikan ibunya kaus kaki dengan gaji pertamanya
  • Kim soo hyun mendapat dukungan besar dari orang tua nya untuk berakting, karena dia sangat pemalu
  • Soo Hyun mulai debut aktingnya pada Drama Kimchi Cheese Smile MBC tahun 2007
  • Soo Hyun pernah bekerja paruh waktu di restoran saat dia sekolah, tapi hanya 3 hari lalu dia berhenti karena dia selalu terlambat datang ke sekolah
  • Aktor favorit Soo Hyun adalah  Cho Seung woo , Ha Jung Woo dan Ryu Seung Bum
  • Kim soo hyun sering digosipkan berpacaran dengan artis Suzzy Miss A
  • Di drama Dream High, Kim soo hyun satu-satu nya yang tidak berasal dari grup idol
  • Saat syuting drama Dream High, Kim soo hyun berlatih di JYP selama 3 bulan
  • Kim soo hyun dilatih oleh Taecyeon dan Wooyoung 2PM selama di JYP
  • Kim soo hyun  mengaku Ciuman pertamanya adalah dengan seorang gadis biasa (bukan artis) di gedung apartemen nya, tepat nya di tangga (*ow ow ow)
  • Musik favorit Soo Hyun adalah Hip Hop dan Balada
  • Soo Hyun sangat suka mengambil gambar/foto

LANGIT


Langit itu tidak memiliki warna,
Namanya juga langit-langit
Mengawang-awang saja diatas kepala kita
Tapi kenapa dia seolah punya warna biru
Kadang berganti merah
Kadang jingga
Kadang ada pelangi.
Bahkan kadang ada sejuta warna aurora direlungnya
Simpel. Langit memantulkan apapun yang ada disekitarnya.
Dan begitulah hidup ini.
Kalau kita merasa tidak punya warna, tidak memiliki sumber warna-warni
Pantulkanlah warna terbaik disekitar kita
Maka semoga dengan begitu kita juga menjadi bagian dari orang-orang yang berbahagia
Jauhi pantulan warna yang kusam gelap dan menyebalkan

sumber: tere liye
 


Kamis, 23 Januari 2014

Menunggu dalam Penantian


Seiring pertambahan usia yang ada pada seorang insan,maka semakin dituntutlah kedewasaannya. Memang tidak sedikit pula orang-orang yang memiliki usia dewasa, namun memiliki pemikiran masih anak-anak remaja, hal ini akan terlihat dari caranya dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup. Benarlah kata seorang guru bahwa tua itu pasti, namun dewasa adalah pilihan..
Terinspirasi dari sahabat yang sedang galau dalam memilih dan menanti sang pujaan hati, maka tulisan ini aku buat untuk mereka. Sebelumnya syukron ya bagi sahabatku yang sudah menginspirasi, dan  bagi siapapun yang merasa saja..^^
Untukmu yang sedang dalam proses “menjaga” dan berharap tuk senantiasa dalam penjagaan-NYA, semoga Allah senantiasa meneguhkan dan memberikan kesiapan semuanya dalam menghadapi waktu yang tepat menurut-NYA, sehingga indah pada saatnya..^^
Saat komitmen terhujam dalam proses “menjaga” maka hal ini merupakan keputusan yang besar dan sungguh tidak mudah. Karena tantangan kedepannya, bukan lagi mengenai diri sendiri melainkan paradigma dilapangan, begitu  banyak yang menghalalkan pacaran dan disisi lain ada pula yang berkomitmen “menjaga” untuk tidak melakukannya. Memang hidup adalah pilihan…^^
Dan  benar, semakin beranjak usia dari remaja menuju dewasa, maka akan banyak hal baru yang ditemukan serta kompleksitas permasalahan yang dihadapi pun semakin beranekaragam. Disaat-saat seperti itu, maka sunatullahnya seorang insan membutuhkan sahabat sharing, dan hal ini sangat penting.  Mengapa? Karena selain manusia diciptakan sebagai makhluk individu, manusia pun diciptakan sebagai makhluk social yang membutuhkan interaksi dengan orang lain dan membutuhkan perhatian, pengertian serta kasihsayang sehingga terbentuklah individu yang lebih baik karena orang-orang tersayang yang selalu disampingnya. Bukankah Adam pun tak dapat hidup tanpa Hawa…^^

Ada kata-kata dari seorang guru kehidupanku, beliau berkata dalam bahasa sunda, jika hubungan dua insan dimulai dengan “bobogohan” (pacaran) maka berajak ke “ninikahan”(nikah) dan selanjutnya menghasilkan “aanakan”(anak yang dianggap mainan), beliau menyimpulkan bahwa semua alurnya dimulai dari “boongan” maka akan mudah untuk mengakhirinya serta menghasilkan anak yang seperti mainan dan kurang perhatian, sehingga tidak sedikit di masyarakat ini yang bercerai karena permulaannya dimulai dengan kebohongan.. wallahu a’lam
Kembali lagi dengan konteks “menjaga”, sungguh tidaklah mudah. Karena dengan “menjaga” ini, artinya banyak hal yang harus dipersiapkan diantaranya niat yang kuat, hati yang tulus,ilmu,harta dan cinta yang didasarkan pada sang  Maha Cinta,,,“menjaga” dan “menunggu” memang bukanlah suatu kegiatan yang menyenangkan. Namun, jika disikapi dengan bijak,keduanya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam “mempersiapkan”. Kata ustad salim.A fillah, Kerenkan Diri menunggu pujaan hati hingga Happy Ending full Barokah,,^^“menjaga” dalam hening dan diam, Sehingga saat waktu itu tiba, siaplah semuanya…^^
Hingga suatu saat nanti teriringlah lafadz janji suci diantara keduanya, dan bersatulah mereka, berlabuh dan merangkai mimpi bersama, bagai sebuah kapal yang siap berlayar dengan semua perbekalan yang mencukupi yang siap menembus badai,angin serta ombak di lautan. Saling melengkapi dan melangkah bersama dengan segala kekurangan yang ada pada keduanya.  Bagai untaian nada-nada yang dihasilkan oleh gesekan  biola meskipun kedua permukaannya kasar namun setelah di satukan menghasilkan nada yang begitu indah.Semangat mempersiapkan… dan sambut waktunya nanti dengan penjagaan dan kefitrahan cinta karena saling menjaga karena-NYA.. Barakallahu fiik!^_^
Teriring sebuah untaian lagu:
Bila yang tertulis oleh-NYA, engkau  yang terpilih untukku
Telah terbuka hati ini menyambut cintamu
Disini segalanya kan kita mulai mengukir buaia rindu yang tersimpan dulu tuk menjadi nyata dalam hidup bersama
Selamat datang di separuh nafasku..
Selamat datang.. dipertapaan hatiku..
Izinkan aku, tuk mencintaimu menjadi belahan didalam jiwaku..
Ya Allah, jadikanlah ia pengantin sejati didalam hidupku..izinkan aku..
Wahai yang dicinta telah kurela hadirmu temani relung hatiku, simpanlah jiwaku dalam doamu
nafasku dalam hidupmu kan ku jaga setiamu
Izinkan aku, tuk mencintaimu jadi belahan didalam jiwaku,,
Ya Allah,,Jadikanlah ia, pengantin sejati didalam hidupku,,izinkan aku..
Apapun adanya dirimu, kukan coba tetap setia
Begitu pula dirimu terimalah dengan apa adanya..
(Belahan Jiwa, Maidany)