Seiring pertambahan usia yang ada pada
seorang insan,maka semakin dituntutlah kedewasaannya. Memang tidak sedikit pula
orang-orang yang memiliki usia dewasa, namun memiliki pemikiran masih anak-anak
remaja, hal ini akan terlihat dari caranya dalam menghadapi dan menyelesaikan
permasalahan hidup. Benarlah kata seorang guru bahwa tua itu pasti, namun
dewasa adalah pilihan..
Terinspirasi dari sahabat yang sedang
galau dalam memilih dan menanti sang pujaan hati, maka tulisan ini aku buat
untuk mereka. Sebelumnya syukron ya bagi sahabatku yang sudah menginspirasi,
dan bagi siapapun yang merasa saja..^^
Untukmu yang sedang dalam proses
“menjaga” dan berharap tuk senantiasa dalam penjagaan-NYA, semoga Allah
senantiasa meneguhkan dan memberikan kesiapan semuanya dalam menghadapi waktu
yang tepat menurut-NYA, sehingga indah pada saatnya..^^
Saat komitmen terhujam dalam proses
“menjaga” maka hal ini merupakan keputusan yang besar dan sungguh tidak mudah.
Karena tantangan kedepannya, bukan lagi mengenai diri sendiri melainkan
paradigma dilapangan, begitu banyak yang menghalalkan pacaran dan disisi
lain ada pula yang berkomitmen “menjaga” untuk tidak melakukannya. Memang hidup
adalah pilihan…^^
Dan benar, semakin beranjak usia
dari remaja menuju dewasa, maka akan banyak hal baru yang ditemukan serta
kompleksitas permasalahan yang dihadapi pun semakin beranekaragam. Disaat-saat
seperti itu, maka sunatullahnya seorang insan membutuhkan sahabat sharing, dan
hal ini sangat penting. Mengapa? Karena selain manusia diciptakan sebagai
makhluk individu, manusia pun diciptakan sebagai makhluk social yang
membutuhkan interaksi dengan orang lain dan membutuhkan perhatian, pengertian
serta kasihsayang sehingga terbentuklah individu yang lebih baik karena
orang-orang tersayang yang selalu disampingnya. Bukankah Adam pun tak dapat
hidup tanpa Hawa…^^
Ada
kata-kata dari seorang guru kehidupanku, beliau berkata dalam bahasa sunda,
jika hubungan dua insan dimulai dengan “bobogohan” (pacaran) maka berajak ke
“ninikahan”(nikah) dan selanjutnya menghasilkan “aanakan”(anak yang dianggap
mainan), beliau menyimpulkan bahwa semua alurnya dimulai dari “boongan” maka
akan mudah untuk mengakhirinya serta menghasilkan anak yang seperti mainan dan
kurang perhatian, sehingga tidak sedikit di masyarakat ini yang bercerai karena
permulaannya dimulai dengan kebohongan.. wallahu a’lam
Kembali lagi dengan konteks “menjaga”,
sungguh tidaklah mudah. Karena dengan “menjaga” ini, artinya banyak hal yang
harus dipersiapkan diantaranya niat yang kuat, hati yang tulus,ilmu,harta dan
cinta yang didasarkan pada sang Maha Cinta,,,“menjaga” dan “menunggu”
memang bukanlah suatu kegiatan yang menyenangkan. Namun, jika disikapi dengan
bijak,keduanya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam “mempersiapkan”.
Kata ustad salim.A fillah, Kerenkan Diri menunggu pujaan hati hingga Happy
Ending full Barokah,,^^“menjaga” dalam hening dan diam, Sehingga saat waktu itu
tiba, siaplah semuanya…^^
Hingga suatu saat nanti teriringlah
lafadz janji suci diantara keduanya, dan bersatulah mereka, berlabuh dan
merangkai mimpi bersama, bagai sebuah kapal yang siap berlayar dengan semua
perbekalan yang mencukupi yang siap menembus badai,angin serta ombak di lautan.
Saling melengkapi dan melangkah bersama dengan segala kekurangan yang ada pada
keduanya. Bagai untaian nada-nada yang dihasilkan oleh gesekan
biola meskipun kedua permukaannya kasar namun setelah di satukan
menghasilkan nada yang begitu indah.Semangat mempersiapkan… dan sambut waktunya
nanti dengan penjagaan dan kefitrahan cinta karena saling menjaga karena-NYA..
Barakallahu fiik!^_^
Teriring
sebuah untaian lagu:
Bila yang tertulis oleh-NYA,
engkau yang terpilih untukku
Telah terbuka hati ini
menyambut cintamu
Disini segalanya kan kita
mulai mengukir buaia rindu yang tersimpan dulu tuk menjadi nyata dalam hidup
bersama
Selamat datang di separuh
nafasku..
Selamat datang.. dipertapaan
hatiku..
Izinkan aku, tuk mencintaimu
menjadi belahan didalam jiwaku..
Ya Allah, jadikanlah ia
pengantin sejati didalam hidupku..izinkan aku..
Wahai yang dicinta telah
kurela hadirmu temani relung hatiku, simpanlah jiwaku dalam doamu
nafasku dalam hidupmu kan ku
jaga setiamu
Izinkan aku, tuk mencintaimu
jadi belahan didalam jiwaku,,
Ya Allah,,Jadikanlah ia,
pengantin sejati didalam hidupku,,izinkan aku..
Apapun adanya dirimu, kukan
coba tetap setia
Begitu pula dirimu terimalah
dengan apa adanya..
(Belahan Jiwa, Maidany)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar